Revolusi Batik

Perjalanan kain batik kuno, filosofi, dan ancamannya di masa datang
KEMACETAN DI BILANGAN TANAH ABANG Jumat siang itu tampak padat merayap. Sepertinya, kawasan ini memang ditakdirkan selalu disesaki lalu lalang kendaraan. Meski beberapa waktu lalu sempat dibereskan pasangan Jokowi-Ahok dari keruwetan kesehariannya, Tanah Abang tetap mempunyai magnet kuat sebagai sentra ekonomi rakyat yang senantiasa dijubeli banyak orang.

Di ruas Jalan KS Tubun --salah satu lajur teramai di bilangan itu-- berdiri megah sebuah bangunan tua ala kolonial yang arsitekturnya merupakan perpaduan gaya Eropa dan Jawa. Halamannya luas, terkesan asri, dan jauh dari hiruk pikuk suasana ala Jakarta yang begitu lekat dengan polusi udara.

Dua pohon Beringin berusia ratusan tahun menjadi peneduh utama bagi para pengunjung yang hendak datang ke tempat itu. Sebuah papan nama besar tertulis di dekat wuwungan atapnya: Museum Tekstil.

Museum ini merupakan sebuah cagar budaya yang secara khusus mengumpulkan, mengawetkan, serta memamerkan karya-karya seni yang berkaitan dengan pertekstilan Indonesia. Diresmikan Tien Soeharto pada 28 Juni 1976,

Museum Tekstil secara resmi beroperasi pada 28 Juli 1976.

Sebagai sebuah museum tekstil terbesar di Indonesia, museum ini mempunyai koleksi-koleksi yang terhitung banyak. Ada 1.000 lembar kain yang menjadi koleksinya. Keistimewaan museum ini terletak pada isinya yang kebanyakan merupakan koleksi tekstil tradisional Indonesia. Koleksi-koleksi tersebut dikelompokkan dalam empat bagian: kain tenun, kain batik, peralatan, dan campuran. Wisatawan yang berkunjung ke museum ini dapat menyaksikan aneka kain batik bermotif geometris sederhana hingga yang bermotif rumit, seperti batik Yogyakarta, Solo, Pekalongan, Cirebon, Palembang, Madura, dan Riau.

Batik adalah warisan budaya Indonesia untuk dunia. United Nations Educational, Scientific, and Culture Organization [UNESCO] menetapkannya pada 28 September 2009. Momen itu merupakan tonggak bersejarah kehadiran batik sebagai bagian hidup warga Indonesia seperti pada jaman nenek moyang dahulu yang menjadikannya sebagai bagian hidupnya sehari hari. Sayangnya, banyak dari kita yang mulai melupakan keberadaan batik kuno. Pada tulisan ini, Ghiboo mengangkat soal batik kuno yang mulai terlupakan, karena kian maraknya keberadaan batik-batik modern dan tekstil dengan motif batik.

Selamatkan Batik Kuno 
Mengenakan batik kini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi warga Indonesia. Citra batik kian naik seiring meningkatnya kesadaran untuk memopulerkannya melalui beragam cara, seperti menjadikannya sebagai fesyen harian untuk seragam kantor, pakaian yang gaya untuk bersantai, hingga aksesories pemanis utama untuk ruangan tamu di rumah.

Namun di balik semua itu, ada beberapa hal yang patut kita renungkan bersama. Kini, banyaknya pemakaian batik dan kain dengan motif batik membuat kita lupa dengan keberadaan kain-kain batik kuno yang merupakan peninggalan sejarah dari kain dunia milik Indonesia ini.

Di Museum Tekstil Jakarta, kain-kain batik kuno koleksinya hanyalah sebagian kecil dari kain-kain batik mahakarya yang kini telah berpindah tangan ke beberapa kolektor kain-kain tua berharga di luar negeri. 

"Koleksi yang ada di museum ini hanyalah beberapa kain batik kuno yang sempat diselamatkan kolektor nasional kita dan disumbangkan untuk museum ini sebagai bukti bahwa kain batik kita begitu indah dan layak dicintai," terang Ratih, Staf Museum Tekstil pada pekan lalu pada Ghiboo. Ia juga menyebutkan 786 koleksi kain batik seluruh Nusantara. "Sayangnya," kata Ratih, "yang kuno tidaklah mencapai angka setengahnya." 

"Walau batik kini diakui sebagai salah satu warisan Indonesia untuk dunia, setiap pekan, orang Indonesia yang ke museum ini untuk melihat dan mempelajari batik tidak mencapai 100 orang," jelas Agus, staf pemegang karcis masuk di Museum Tekstil.

Batik Jawa Hokokai 
Kondisi ini membuat sejumlah kolektor batik nasional pun mulai was-was dengan keberadaan kain batik kuno yang ditengarai sudah tidak berada di Indonesia lagi. Beberapa batik kuno ini merupakan peninggalan dari Kraton Yogyakarta dan Kraton Surakarta, serta kain batik Jawa Hokokai yang rata-rata dibuat para pembatik dari Jawa Tengah edisi tahun 1944-1945. Kain batik Jawa Hokokai dibuat berdasarkan permintaan Pemerintah Jepang untuk dijadikan buah tangan mereka.

"Saat ini banyak sekali batik kuno kita yang tersebar di luar negeri. Kolektor kain kuno luar negeri amat menyukai batik kita, dan mereka rela untuk mendapatkan batik kuno kita dengan membayar berapapun harganya," ungkap Kepala Galeri Batik Museum Tekstil Jakarta, Tumbu Ramelan.

Menurut Tumbu, salah satu keistimewaan batik kuno Indonesia dengan kain-kain kuno lainnya dari negara lain adalah kain batik kuno ini dulunya identik dengan filosofi kehidupan serta erat kaitannya dengan doa-doa keselamatan yang dituangkan seorang pembatik pada kain batiknya. Selain itu, keunikan dari tulisan dan gambar-gambar di kain batik tersebut tidak akan ditemukan pada kain-kain lainnya. Terlebih, kain batik yang diperuntukkan khusus bagi para pembesar atau raja dan sultan yang memerintah di tanah Jawa sangat sarat dengan tulisan petuah-petuah hidup untuk sang raja.

"Itulah sebabnya saya dan para kolektor kain batik nasional kini melakukan pencarian pada keberadaan kain batik kuno kita," ujar Tumbu dengan nada mantap. "Walau sangat berat, namun kami berusaha agar kain batik kuno yang masih ada di Indonesia, akan tetap berada di Indonesia," terangnya lagi sembari menyebut bahwa beberapa kain batik kuno yang tersisa kini tengah menjadi incaran para kolektor kain luar negeri. 

Harga kain batik kuno seperti batik Hokokai, disebut Tumbu, kini harganya mencapai 30 juta hingga 50 juta rupiah per lembar.

Ancaman Kolektor Asing 
Dari penelusuran Ghiboo, beberapa kain batik kuno seperti batik Lawasan, batik Mega Mendung, batik Tjokrohadi Lawas, batik Tasikan, dan beberapa batik dari Cirebon, yang kesemuanya adalah batik tulis lawas berusia 100 tahun, terpampang di salah satu situs penjualan Kaskus. Kain-kain ini hanya dibanderol sebesar 500 ribu hingga 1 juta rupiah. Padahal, jika melihat kondisinya, harga batik-batik ini bisa mencapai puluhan juta rupiah.

"Itu batik-batik kuno. Sangat disayangkan jika diambil orang luar. Saya, hingga kini pun terus melakukan penelusuran kain batik kuno di beberapa desa terpencil yang ada di Yogyakarta, Solo, Wonogiri, dan Malang," ungkap Nelly Maramis, salah satu kolektor kain batik nasional. Menurut Nelly, kain batik kuno dari tahun 1900 hingga 1930 kini amat sulit ditemukan di sentra batik di Indonesia.

Selain para kolektor nasional, ada juga kolektor luar yang memang mengakui bahwa keberadaan batik kuno yang eksotis. Sebut saja misalnya seorang guru besar di Emiritus Kokushikan University Jepang, Masakatsu Tozu. Ia memiliki tak kurang dari 300.000 helai kain batik kuno yang berhasil dikumpulkannya sejak tahun 1979, saat pertama kali berada di Indonesia.

Keberadaa batik-batik kuno yang memiliki nilai historis inilah yang harus kita jaga, agar keberadaannya tetap di Indonesia. Tentu kita tak ingin kain-kain batik kuno tersebut akhirnya hanya bisa ditemukan di museum-museum luar negeri ataupun di galeri milik para kolektor kain dunia. Tentu perlu ada keprihatinan bersama jika perkembangan batik yang kini semakin modern malah menyingkirkan keberadaan batik kuno. Pemerintah juga harus punya cara tegas untuk melindungi keberadaan warisan leluhur ini.

Hari ini, 2 Oktober, yang ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional, merupakan momentum yang harus bisa menjadikan warga Indonesia bukan hanya mencintai batik sebagai sandang semata, tetapi juga harus mampu melindungi batik sebagai warisan leluhur untuk anak cucu kita.

Kemampuan Otak Turun karena Diet?

Sedang diet atau cenderung menghitung-hitung kalori yang masuk ke dalam tubuh? Kalau begitu Anda harus berhati-hati, karena diet ternyata tak cuma membuat Anda jadi lebih kurus, tapi juga bisa menjadi bodoh. 

Profesor Ekonomi Sendhil Mullainathan dari Harvard University mengungkapkan bahwa program diet dengan cara menghitung-hitung kalori yang masuk ini akan membuat otak menjadi buntu dan sulit fokus pada satu pekerjaan.

Misalnya suatu sore saat sedang rapat di kantor, ada satu teman yang membawa kue dan diletakkan di meja rapat. Biasanya sembari rapat, ada beberapa orang yang mengambil kue dan memakannya.

Namun jika sedang diet, Anda pasti berpikir seribu kali untuk menyantap kue ini. Padahal seharusnya Anda memerhatikan pembicara rapat. Pada akhirnya, hanya setengah dari pikiran Anda yang ada di rapat dan setengahnya lagi memikirkan kue. "Boleh nggak ya makan satu?" "Berapa kalori kue ini?" "Kalau makan satu kue harus dibakar dengan olahraga apa?" dan lain-lainnya. Pikiran inilah yang akan membuat pikiran tegang dan akhirnya membuat sulit fokus.

Tak cuma dengan kue yang ada di depan mata, hal ini pun juga bisa terjadi dengan kue yang tidak terlihat. Dengan kata lain, Anda hanya berimajinasi dengan kue di otak Anda.

Psikolog mengungkapkan bahwa diet yang dilakukan membuat otak akhirnya membayangkan makanan-makanan nikmat yang tak boleh disantap selama diet, atau yang disebut dengan ngidam. Ngidam pada orang yang berdiet ternyata lebih sering dialami daripada orang yang tidak diet.

Banyak diet yang membutuhkan perhitungan konstan untuk menentukan jumlah kalori. Ini semua akan menyumbat otak Anda. Peneliti menemukan bahwa kebiasaan terlalu banyak menghitung kalori akan menimbulkan penyumbatan pada berbagai hal, misalnya tugas penalaran logis, spasial, pengendalian diri, pemecahan masalah, penyerapan dan penyimpanan informasi baru. Pada akhirnya, otak akan memiliki ritme untuk membatasi atau memperkecil bandwidth di otak.

Kita semua menggunakan bandwidth untuk membuat keputusan di tempat kerja, menahan keinginan untuk berteriak pada anak-anak kita ketika mereka mengganggu kita, atau bahkan untuk fokus pada percakapan selama makan malam atau dalam rapat. Dengan kata lain diet tidak hanya membuat Anda semakin lapar, tapi juga memengaruhi efek psikologis dan fisiologis secara bersamaan.

Semakin kecil bandwidth yang tercipta akibat perilaku menghitung-hitung kalori ini memiliki konsekuensi yang luas, termasuk dalam kesulitan menghapal dan menghitung. Hal ini diilustrasikan dalam studi yang menempatkan peserta diet di antara dua pilihan makanan yaitu salad buah dan kue. Sebelum memilih, peserta diminta untuk mengingat tujuh digit angka, dan setengah lainnya diminta untuk mengingat dua digit angka. Ternyata orang yang memilih menyantap kue daripada salad buah, 50 persen lebih mudah mengingat angka-angka.

Sumber : nytimes.

Pria Orgasme Berulang-Ulang, Bisakah?


Mencapai orgasme bersama-sama pasangan menjadi puncak kenikmatan tersendiri dalam bercinta. Sayangnya orgasme di waktu bersamaan sulit dilakukan karena pada dasarnya pria lebih mudah mencapai orgasme ketimbang wanita. Namun apakah pria dapat terus menerus dalam sekali waktu?


Dr Dito Anurogo dari Neuroscience Dept, BCII Surya University menegaskan bahwa orgasme pada pria umumnya hanya sekali saja. Meski begitu, Anda masih bisa mendapatkan orgasme terus menerus jika dilatih dengan senam pernapasan, olahraga, meditasi, dan koordinasi dengan pasangan saat bercinta.

Sebagaimana yang dikutip dalam Yourtango, kebanyakan pria mengalami orgasme yang disertai dengan ejakulasi. Tapi, kondisi ini tidak selamanya terjadi demikian. Perlu diketahui bahwa orgasme merupakan sensasi puncak kenikmatan yang dirasakan saat bercinta. Sementara ejakulasi merupakan peristiwa menyemburnya cairan sperma dari batang penis. Orgasme kering atau “dry orgasm” merupakan istilah untuk menyebutan peristiwa orgasme yang tidak disertai ejakulasi. Kondisi ini sering dialami beberapa pria.

Jika dibandingkan dengan wanita, pria lebih sering mencapai orgasme. Meski begitu, orgasme yang dialami pria relatif lebih singkat. Saat orgasme wanita akan merasakan ‘getar-getar kenikmatan’ hingga 20 detik, sedangkan pria hanya merasakan sensasi itu selama 5 detik.

Tak hanya wanita saja yang yang memiliki titik sensitif. Pria juga memiliki titik-titik erotis yang terdapat pada beberapa daerah, misalnya di frenulum (jaringan tipis seperti pita di bagian bawah kepala penis), perineum (daerah antara testis dan anus), serta kelenjar prostat. 

Seperti halnya G-Spot pada wanita, ketiga daerah sensitif ini disebut dengan istilah G-Spot pria. Jika pasangan Anda menggoda daerah sensitif saat pemanasan maka pria hanya membutuhkan wktu 7 menit untuk mencapai orgasme.

Sumber : Dokter Sehat

Wanita Langsing Lebih Hot Di Ranjang

Perempuan kurus terkadang dianggap kurang bertenaga dalam urusan ranjang. Kini anggapan seperti itu bisa disangkal berdasarkan penelitian yang dilansir di Dailymail.

Menurut peneliti Skotlandia, wanita yang memiliki pinggang yang ramping lebih mampu memuaskan pasangannya.

Penelitian ini mendukung penelitian yang sebelumnya menjelaskan tentang alasan pria lebih memilih wanita bertubuh kurus.

Pimpinan penelitian, Stuart Brody menjelaskan bahwa wanita yang memiliki tubuh ramping memiliki daya tarik seksual tersendiri di mata pria.


Hal ini diyakini mampu menciptakan hubungan seks yang lebih intens, ereksi yang lebih kuat, dan mencegah disfungsi ereksi pada pria. 

Turunnya hasrat seksual wanita juga dipengaruhi oleh timbunan lemak yang berada di sekitar perut. Begitu pula denga pria yang lingkar pinggangnya lebih lebar, kepuasan seksualnya juga rendah. 

Sumber: ghiboo

Beberapa Penyebab Impotensi Pada Pria


Sudah menjadi rahasia umum jika kejantanan pria dalam hubungan rumah tangga begitu identik dengan ereksi alat kelaminnya. Disamping itu, daya tahan dan kemampuan dalam melakukan hubungan suami istri juga mempengaruhi tingkat kejantanan mereka. Melihat hal ini, apa jadinya jika pria kehilangan kemampuan ereksi pada alat kelaminnya? Tentu saja hubungan suami istri akan mengalami gangguan, bahkan, harmonisasi hubungan rumah tangga pun dapat menurun. Dikarenakan resiko inilah, kaum pria pun selalu berusaha agar kondisi yang acap kali disebut dengan impotensi ini tidak sampai menyerang kejantanan mereka. 


Sebenarnya, terdapat berbagai faktor dan penyebab akan adanya keadaan impotensi ini. Bagi kaum pria, sebaiknya mulai memperhatikan faktor-faktor tersebut, yakni:

Faktor usia adalah faktor yang paling alamiah yang dapat menyebabkan impotensi, semakin lanjut usia seorang pria, produksi testosteron pun menurun dan mengurangi daya ereksi alat kelaminnya.

Merokok adalah penyebab berikutnya, kanker dapat memicu penyempitan pembuluh darah dan mengurangi daya ereksi pada alat kelamin pria.

Hati-hatilah dalam mengkonsumsi obat obatan, terdapat beberapa jenis obat-obatan, bahkan termasuk obat perangsang dan narkotika yang dapat menyebabkan impotensi.

Faktor adanya beberapa penyakit juga dapat menyebabkan impotensi, sebagai contoh adalah diabetes, dimana kadar gula darah yang tinggi dalam penyakit ini dapat menyempitkan pembuluh darah, termasuk yang langsung berhubungan dengan daerah reproduksi dan menyebabkan impotensi.

Penyakit lain adalah adanya tekanan darah tinggi, tekanan darah ini juga dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah ke bagian alat kelamin yang tentu saja mengurangi fungsi ereksi. Kadar kolesterol tinggi juga dapat menyebabkan hal yang sama. Beberapa penyakit lainnya seperti TBC, Hepatitis, ataupun HIV juga dipercaya mengurangi kadar estrogen, bahkan libido yang tentu saja dapat menyebabkan impotensi.

Disamping adanya penyakit fisik, adanya gangguan saraf yang mengurangi aktifitas neurotransmitter dapat menurunkan rangsangan saraf yang berkaitan dengan fungsi ereksi. Selain itu adanya trauma pada alat kelamin juga dapat membuat saraf, pembuluh darah ataupun bagian lain yang dapat menyebabkan impotensi. Faktor terakhir adalah gangguan psikis. Fakto mental yang lemah ataupun otot dapat mengurangi kerja dari neurotransmitter. Dengan terhambatnya kerja ini, maka fungsi ereksipun dapat terganggu.

sumber :Dokter Sehat
Copyright © 2013-2015 Bee Spotz - by d-stations group Home Beevelista Bee Forum